Jumat, 01 Januari 2016

Problematika Pemilihan Presidium Sidang (Raker IMPP-J)

Aula Masjid Fathullah. Berita IMPP. Proses sidang Rapat Kerja (Raker) Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang Jakarta (IMPP-J) berjalan dengan penuh ketegangan (31/12).

Perjalanan raker IMPP-J berjalan dengan baik pada awal dilaksanakan, khususnya pada sidang pendahuluan. Meskipun terdapat perbedaan pendapat pada sidang pendahuluan, tetapi sidang pendahuluan dapat terselesaikan dengan baik.

Dalam perjalanan selanjutnya, terdapat permasalahan yang dianggap serius, dimana terkait dengan pemilihan presidium sidang untuk memimpin sidang komisi. Dalam pemilihan tersebut dilakukan secara terbuka, dimana 22 peserta sidang masing-masing memiliki tiga hak suara untuk tiga orang calon presidium.

Dari proses pemilihan tersebut kemudian terpilih saudari Nurul Izazah sebagai presidium sidang  I dengan 18 suara, saudara Hilman Kurniawan sebagai presidium sidang II dengan 10 suara, serta untuk presidium sidang III terjadi keseimbangan (balance) antara Sarah Azlina dan Ahmad Zaki Muntafi dengan masing-masing mendapat 8 suara.





Akibat dari suara yang seimbang pada pemilihan presidium sidang III, akhirnya dilakukan pemilihan secara terbuka lagi untuk menentukan presidium III. Namun, setelah dilaksanakannya pemilihan ulang, keseimbangan (balance) terjadi lagi, dimana Sarah Azlina dan Ahmad Zaki Muntafi masing-masing mendapatkan 11 suara.

Kondisi sidang semakin mengalami ketegangan atas keseimbangan suara tersebut. Ditambah lagi, beberapa peserta sidang baru masuk untuk mengikuti pemilihan, sedangkan sebelumnya tidak mengikuti pemilihan.

Akibat lebih lanjut lagi, terdapat pro dan kontra mengenai peserta yang baru masuk, apakah sah untuk memberikan suara atau tidak ?. Diantaranya, alumni IMPP-J saudara Basir mengatakan "Peserta yang baru masuk tidak memiliki hak suara, dikarenakan tidak mengikuti pemilihan dari awal." Namun, hal itu ditanggapi saudari Anis selaku alumni IMPP-J, "Dia punya hak suara dan suaranya tetap sah, karena melihat kondisi sekarang yang terjadi suara imbang" tuturnya.

Perdebatan terjadi lama mengenai permasalahan ini. Namun, akhirnya presidium sidang (sidang pendahuluan) memutuskan untuk melakukan pemilihan ulang, dimana peserta yang baru masuk memiliki hak suara. Keputusan tersebut diambil dengan menimbang beberapa pendapat yang disampaikan peserta sidang.

Hasil dari pemilihan ulang, Sarah Azlina mendapatkan 15 suara dan Ahmad Zaki Muntafi mendapatkan 10 suara, dengan total suara 25 suara dengan tambahan 3 peserta sidang baru, sehingga dari pemilihan itu yang terpilih sebagai presidium sidang III adalah saudari Sarah Azlina.


By. Ahmad Zaki Muntafi


Kamis, 31 Desember 2015

Tahun Baru : Suasana Baru Raker IMPP-Jakarta

Aula Masjid Fathullah, Berita IMPP. Saat ini, Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang Jakarta (IMPP-J) sedang melaksanakan Rapat Kerja (Raker) kepengurusan periode 2015-2016 (31/12).

Pelaksanaan raker IMPP-J tahun ini terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan pelaksanaan raker tahun ini bertepatan dengan pergantian tahun 2015 menuju tahun 2016. Bisa dikatakan raker IMPP-J tahun ini bertepatan dengan perayaan tahun baru.

Jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan raker, terdapat beberapa para pengurus dan anggota merasa keberatan dengan pelaksaan raker di malam tahun baru. Namun, keputusan akhir dari organisasi memutuskan melaksanakan raker pada malam tahun baru. Tentunya bukan tanpa alasan pelaksanaan raker pada tahun baru.

Kondisi waktu yang semakin mendekati banyak agenda dari IMPP-J membuat raker dilaksanakan pada malam tahun baru, dimana itu merupakan salah satunya tuntutan. Meskipun, terdapat beberapa pengurus dan anggota yang kurang setuju, tetapi akhirnya raker dilaksanakan pada malam tahun baru.

Mungkin ini akan menjadi sejarah awal pelaksanaan raker IMPP-J di malam tahun baru. Sejarah itu akan memberikan peluang dan kesempatan baru bagi IMPP-J. Dalam konteks lain, pelaksanaan tahun baru memberikan kesempatan bagi IMPP-J untuk merayakannya melalui raker, dimana dilaksanakannya dengan rasa kebersamaan dan kekeluargaan diantara para pengurus, anggota, dan alumni.

By. Ahmad Zaki Muntafi

IMPP-Jakarta Menggelar Raker

Aula Masjid Fathullah, Berita IMPP. Jum'at Malam (31/12) Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang Jakarta (IMPP-J) mengelar Rapat Kerja (Raker) kepengurusan baru periode 2015-2016.

Raker yang dilaksanakan IMPP-J merupakan kelanjutan agenda kegitan setelah dilaksanakannya pelantikan dan serah terima kepengurusan baru periode 2015-2016. Raker diikuti oleh pengurus dan anggota baru, alumni, serta Dewan Pertimbangan dan Penasihat Organisasi (DPPO).



Raker diawali dengan sidang pendahuluan yang dipimpin oleh Presidium Sidang I saudari Asyifa Darti selaku Ketua Panitia kegiatan Pelantikan dan Raker. Sementara itu, Presidium Sidang II terdapat saudari Rani sebagai Sekretaris kegiatan Pelantikan dan Raker, dan Presidium Sidang III diisi oleh saudara Ismul Azam sebagai kordinator Devisi Acara kegiatan Pelantikan dan Raker.

Pembahasan dalam sidang pendahuluan terdiri dari : pembahasan manual acara, tata tertib raker, dan diakhiri dengan pemilihan presidum sidang untuk memimpin sidang komisi. Sidang pendahuluan diharapkan akan selesai tepat pada waktunya. Hal itu dikarenakan waktu yang semakin larut malam.

Pada awal pembahasan pertama, telah terjadi perbedaan pendapaat diantara para peserta sidang. Bahkan, presidium sidang harus melaksanakan peninjauan kembali (PK) setelah terdapat peserta sidang yang tidak setuju dengan keputusan yang telah diketok palu.

Sidang pendahuluan merupakan awal pembukaan dari pelaksanaan raker, sehingga efektivitasnya diharapkan ada.


By. Ahmad Zaki Muntafi

IMPP-Jakarta Menggelar Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepengurusan

Aula Masjid Fathullah, Berita IMPP. Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang Jakarta (IMPP-J) telah menggelar pelantikan kepengurusan dan serah terima jabatan kepengurusan periode 2015-2016 (31/12).



Pelantikan berlangsung khidmat dan khusu yang ikuti oleh pengurus IMPP-J periode 2015-2016. Selain itu, para pengurus dilantik oleh Dewan Pertimbangan dan Penasihat Organisasi (DPPO) yang diwakili oleh saudara Faur Rasyid. Proses pelantikan dilakukan dengan pembacaan Ikrar Kepengurusan.

Setelah dilakukannya pelantikan kepengerusan IMPP-J, dilanjutkan dengan proses serah terima jabatan kepengurusan IMPP-J periode 2014-2015 ke kepengurusan 2015-2016. Proses serah terima jabatan dilakukan oleh Ketua Umum Domisioner, yakni saudara Arif Maulana dan Ketua Umum Terpilih saudara Khairul Umam.

Prosesi serah terima jabatan dilakukan dengan penandatangan Surat Pengangkatan kepengurusan IMPP-J periode 2015-2016. Selanjutnya, proses simbolik serah terima jabatan dilakukan dengan peyerahan bendara IMPP-J.

Berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, rencananya setelah proses pelantikan dan serah terima jabatan akan dilaksanakan Rapat Kerja (Raker) kepengurusan (31/12).


By. Ahmad Zaki Muntafi

Minggu, 13 Desember 2015

Khairul Umam : Tumpuan Kepemimpinan IMPP-Jakarta Periode Selanjutnya

Aula Ponpes Sabiluna Ciputat, BERITA IMPP - Sidang Musyawarah Besar (Mubes) yang dilaksanakan Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang Jakarta (IMPP-J) telah selesai dilaksanakan, dengan diakhiri pemilihan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum IMPP-J periode 2015-2016. Mubes IMPP-J yang dilaksanakan mulai Sabtu pagi (12/12) hingga Minggu siang (13/12) membahas beberapa pembahasan, diantaranya mengenai Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). 

Arif Maulana selaku Ketua Umum domisioner IMPP-J periode 2014-2015 berharap kedepannya IMPP-J dapat melaksanakan kepengurusan dengan baik dan benar. Hal itu dikarenakan IMPP-J membutuhkan kemajuan-kemajuan dalam perjalanan kedepannya, salah satunya kemajuan dalam kepemimpinan. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa IMPP-J perlu penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna meningkatkan kekreatifan dan keinovatifan anggota.

Ketua Umum terpilih IMPP-J periode 2015-2016, yaitu Khairul Umam. Terpilihnya Khairul Umam merupakan salah satu bukti bahwa dirinya memiliki kemampuan yang baik dalam memimpin IMPP-J kedepannya. Dalam pemilihan Ketua Umum, didalamnya terjadi kontradiksi yang hebat dalam peraihan suara, tetapi Khairul Umam mampu untuk berhasil mendapatkan suara terbanyak, yakni 22 suara dari 75 suara. 

Khairul Umam : Ketua Umum Terpilih

Dalam pemilihan tersebut, Khairul Umam harus bersaing dengan beberapa anggota IMPP-J yang dicalonkan. Namun, karena sosoknya yang mempunyai kredibilitas membuat dirinya mampu menarik simpati para peserta sidang. Sejak dimulainya sidang, sosok Khairul Umam telah terlihat keaktifannya dalam sidang, bahkan beliau merupakan sosok yang menyukseskan pelaksaan sidang.

Sosok Khairul Umam banyak diharapkan para anggota IMPP-J dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan selanjutnya. Sifatnya yang humanis menjadikan anggota IMPP-J merasa akrab dengannya, bahkan bagi anggota baru Khairul Umam berusaha merangkul dengan senyuman untuk masuk ke dalam keluarga IMPP-J. Dalam sambutannya, Khairul Umam menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua peserta sidang atas kepercayaannya, Khairul Umam juga menambahkan agar semua anggota saling bekerjasama dalam melaksanakan kepemimpinan. Sekarang dan masa satu tahun kedepan, Khairul Umam telah menjadi tumpuan kepengurusan IMPP-J guna mewujudkan kepemimpinan yang cemerlang.

By. Moentafy 

SK dan Sidang Komisi (Mubes IMPP-J)

(Foto : Suasana Sidang IMPP-Jakarta)

Ponpes Sabiluna Ciputat, Berita IMPP - Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang Jakarta (IMPP-J) mengadakan sidang Musyawarah Besar (Mubes) pada Sabtu (12/12) hingga Minggu (13/12). Sidang yang berlansung cukup lama, bahkan hingga lebih dari 24 jam menuntut para peserta sidang untuk mampu mengikuti sidang dengan baik dan benar. 

Pukul 02.00 WIB (13/12) pembahasan sidang berlanjut ke sidang komisi. Dalam sidang komisi akan dibahas mengenai AD/ART, GBHO, dan Rekomendasi Program Kerja. Namun, saat itu presidium sidang yang dipimpin saudara Tolani mengutarakan bahwa sidang komisi agar tidak dilaksanakan. Menurutnya, pelaksanaan sidang komisi akan memberikan perubahan pada AD/ART, beliau juga menambahkan jika ada perubahan pada AD/ART, maka akan berpengaruh terhadap SK, dimana tahun sebelumnya (2014) IMPP-J telah legal secara hukum dengan dikeluarkannya SK oleh Kementerian Hukum dan HAM.  

Pendapat yang dikeluarkan pimpinan sidang menjadikan suasana sidang semakin memuncak, terdapat berbagai pandangan yang keluar diantara para peserta sidang. Pendapat tersebut menimbulkan pro dan kontra tentang perubahan AD/ART. 

Zaenun Nu’man selaku mantan Ketua Umum IMPP-J periode 2013-2014 akhirnya mampu memberikan pencerahan terhadap peserta sidang terkait perubahan AD/ART. “AD/ART sudah semestinya mengalami perubahan maupun revisi disetiap pergantian kepengurusan. Hal itu juga sesuai dengan anjuran dari Pusbang Polimas bahwa AD/ART boleh mengalami perubahan dan tidak akan berdampak pada SK,” tuturnya.

Beliau juga berpendapat bahwa sidang komisi harus tetap dilaksanakan. Setalah pernyataan yang dikeluarkan Zaenun Nu’man, para peserta sidang akhirnya memutuskan untuk melaksanakan komisi, dimana peserta terbagi menjadi tiga komisi yang akan membahas masing-masing pembahasan dan kemudian memaparkannya. Sidang komisi ini berlangsung hingga pukul 10.50 WIB.

By. Moentafy

Keseriusan dan Keaktifan Sidang Sangat Diperlukan (Mubes IMPP-Jakarta)

Hingga tengah dini hari (13/12) pukul 00.30 WIB Musyawarah Besar (Mubes) oleh Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang Jakarta (IMPP-J) masih berlangsung, dimana sidang telah dimulai pukul 08.30 WIB (12/12). Sidang berlangsung semakin berat, dikarenakan hari yang semakin larut dan stamina para peserta juga sudah mulai berkurang.

Saat ini, Badan Pengurus Harian (BPH) IMPP-J sedang menyampaikan laporan pertanggung jawabannya. Penyampaian laporan ini menjadikan suasana semakin tidak terkendali dengan banyaknya pertanyaan yang muncul untuk BPH. Suasana semakin tak tetkendali ketika jawaban dari BPH kurang diterima oleh para peserta. Razik sebagai alumni berusaha mengembalikan arah dan tujuan sidang yang sebenarnya. "Sidang harus tetap serius dan aktif bagi semua peserta sidang, karena sidang ini merupakan sebuah pertanggung jawaban," ucap Razik ditengah suasana sidang yang semakin memuncak dan kurang terkendali.

Ucapan yang disampaikan Razik berhasil meredahkan dan membendung sidang yang tidak terkendali. Presidium sidang juga lebih tegas terhadap para peserta yang menyeleweng. Sidang akhirnya mulai stabil kembali sesuai arah dan tujuan sidang yang sebenarnya.

By. Moentafy

About

Powered By Blogger

Cari Blog Ini

About

Harapan : Masa Depan yang Cerah